Pengamen
engkau berjalan menjual suara
Lagu
demi lagu engkau nyayikan demi sebuah koin
Lagumu
menyentuh hatiku
Menggambarkan
jeritan hatimu akan derita
Nada
gitar dan suaramu
Seirama
dengan keroncong perutmu
Wajahmu
lemah menandakan lapar
Senandung
lagumu tak mendapat banyaran yang pantas
Engkau
tak dipandang saat engkau bersenandung
Pura-pura
tidur, palingan muka, penolakan tangan
Itulah
tanda engkau tak dipandang
Seakan
hidup hanya diukur dengan sesuap nasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar